Too Young Too Dumb To Realize

Dua minggu beybeh! Libur dua minggu! Woooww! *backsound ‘ayeah’ ala Eat Bulaga*

Btw libur dua minggu ini bener-bener gue nikmatin sepuas-puasnya. Ngetik naskah novel dari jam 7 malem sampai jam 7 pagi (tentunya ada jeda mandi, makan, nonton, baca buku dll). Mimpi gue sebelum nerbitin novel adalah menyelesaikan satu dari puluhan naskah novel gue yang gak selesai-selesai. Ada yang masih sinopsis, ada yang udah ditulis, ada yang udah jauh banget tapi berhenti di tengah jalan, ada yang alurnya ngacak adul. Yah, akhirnya mimpi gue yang sederhana ini terwujud karena… NASKAH GUE JADI SATU!

Dari sekian rumusan ide gue yang aselole joss banyaknya, ada satu naskah novel yang jadi dalam waktu setengah bulan. Kenapa bisa setengah bulan? Bukan karena gue hebat, tapi emang selama ini gue ngetik dari pulang sekolah sampe jam 1 malem. Pas libur, ngetik tambah poll, sampe lupa makan sampe lupa minum.

Kenapa gue lakukan semua ini?

Waktu itu, tante gue dateng ke rumah gue. Dia nganterin sepatu yang dia beliin buat gue dan sekotak pizza.

Dia ngomong banyak sama gue dan nyokap. Dia memberi wejangan ini itu, terutama soal mimpi gue jadi penulis yang kadang berlebihan dalam pelaksanaannya dan menggangu sekolah gue.

Nyokap dan tante ngasih ‘tantangan’. Kalau emang gue niat jadi penulis, maka selesaikanlah sebuah naskah untuk membuktikan niat gue.

“Kalau kamu bisa bikin ide novel sampe jumlahnya 30an, pasti kamu bisa kan, nyelesain satu naskah? Coba kamu fokus.”

And yeah, i’m focus. Too focus.

Pada akhirnya, di tengah derita dan gencetan ‘naik-kelas-atau-enggak-karena-hellyeah-lo-pinter-dari-SD-dan-pas-SMP-lo-bego-abis-dan-kelas-7-nilai-lo-ancur-banget-dan-kelas-8-guru-guru-mulai-eneg-liat-muka-lo’, gue NAIK KELAS! *backsound ‘ayeah’ ala Eat Bulaga* *Uya Kuya bakar-bakar tisu* Ranking gue naik 5 peringkat (bukan ranking 5 pokoknya. Malu nulisnya gue rank berapa) dan nilai gue lumayan. Gue tinggal nadahin tangan dan hadiah ngucur! Novel dibeliin empat sekaligus, baju dibeliin beberapa potong dan gue lagi menanti hadiah dari tante gue J

Senengnya bisa membuktikan kalau gue niat jadi penulis dan bisa bertanggung jawab akan diri sendiri dan cita-cita.

Kalian juga pasti bisa seperti saya!

Kuliah, BKT aja!

Oke, sori. Gak konsen. Muka Obama tiba-tiba menyergapi pikiran gue.

Ehehem.

Sekarang gue jedar jeder karena dua hal:

1. apa UN tahun depan jadi dihapus? Kalau enggak, apa gue yakin gue bisa lulus dengan NEM sempurna (karena tahun gue, standar NEM di beberapa SMA terancam tinggi-tinggi dan takutnya kalau gue rata-rata 8 gak tembus SMA/SMK yang gue mau).

2. apa ada penerbit yang sudi menerima naskah anak kelas 3 SMP ingusan yang udah ngomongin cinta.

Gue takut aja, setelah gue mengirim naskah gue, balasannnya adalah:

“Dengan berat hati kami mengatakan bahwa naskah anda belum bisa untuk kami terbitkan karena satu dan lain hal…”

Ya, itu bakal menyakitkan banget. Bayangkan ketika kalian punya anak, susah-susah anda USG, senam ibu hamil rutin, borong CD musik klasik untuk jabang bayi anda, bikinin dia kamar, beliin baju bejibun… dan anda keguguran.

Itu yang gue rasain kalau seandainya naskah gue gak diterima.

Tapi hey, i try to think positive. Semoga aja ada penerbit yang nerima naskah gue. Like Westlife say… i have a dream.

Tapi seperti seseorang dibalik layar kaca dan selalu menyelip di antara buku-buku di toko buku yang diam-diam gue kagumi bilang… writing is re-writing. Sebelum gue puas sama karya gue, gue gak boleh berhenti menulis. Sampai akhirnya gue menghasilkan sebuah karya luar biasa… dan gue belum puas sama sekali. Gue haus menulis, terus memperbaiki diri dan membuka diri untuk kritikan baik. Jadi sebagai seorang anak SMP yang gak tahu apa-apa dalam dunia kepenulisan, gue gak boleh puas dalam berkarya dan terus belajar.

Makanya gue gak pernah berhenti mampang tulisan ‘I’m still learning’ di bio twitter gue. Karena MEMANG kami semua—anak remaja—masih belajar. Gak boleh songong kalau dibilangin kakak kelas, guru, orang tua dan orang dewasa yang bukan orang tua kita sekalipun. 

Satu lagi, gue lagi bermasalah sama smashblast.

Padahal gue udah lama jadi netral, tapi tiba-tiba posting gue soal smash terkenal.

Fck, mereka gak bisa ngasih opini dengan baik. Teriak-teriak, gak berbobot, main emosi dan selalu bawa-bawa Korea -_- giliran ada yang pro sama entry gue, dikit banget. Capek gue ngadepin orang-orang yang pikirannya terlalu dangkal. 

Bukannya gue pinter, tapi mereka yang terlalu dangkal sampai otak mereka dibawahnya orang yang gak pinter -_- oke mungkin akademis mereka pinter, tapi mulut mereka kotor. Kotor banget.

Udahlah, persetan dengan orang-orang yang tidak bisa memberi opini baik-baik.

Oh iya, hari ini gue kebangun jam 4 dan gue menutup mata gue dengan bantal guling.

Gue merenung.

Apa yang membuat gue begitu berambisi menjadi penulis.

Apa yang bikin gue merenung semalaman, bikin gue gak punya waktu untuk cukup tidur dan punya waktu untuk main, bikin gue terus menerus riset dan gak pernah merhatiin kesehatan gue sendiri.

Ternyata gue cuma mau mengejar dia.

Meski kini gue punya cita-cita sendiri, tapi gue tetap pada ambisi gue yang lama.

Gue mengejar dia yang jauh disana.

Cinta 15 tahun gue,

Malam itu, gue menangis. Kenapa gue bodoh, kenapa gue bermimpi, kenapa gue bego, kenapa gue membuang semua waktu gue, kenapa gue begitu berambisi…

Cuma karena cinta bodoh 15 tahun.

Jadi, gue akan memendam mimpi itu, dan menggalinya lagi ketika gue yakin.

I’ll stop writing.

2 thoughts on “Too Young Too Dumb To Realize

  1. Oh my goodness! Impressive article dude! Many thanks, However I am experiencing issues with your RSS.
    I don’t understand the reason why I can’t subscribe to it.

    Is there anybody else getting the same RSS problems?
    Anyone who knows the solution will you kindly respond? Thanx!
    !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s