Kemana Kita Pergi Selanjutnya?

Beberapa jam lagi gue harus mandi dan berangkat ke sekolah. Gue masih blogwalking (atau blogstalking tepatnya, karena disertai rasa fangirling yang sangat tinggi pada pemilik blog tersebut) dan denger radio. Cakrawala FM, 98.3 FM The First Mandarin Station (baik amat gue nulis sekomplit ini :D). Enak aja dengerin ada penyiar yang nemenin begadang, dengerin sesama begadang, bedanya dia bekerja dan menikmatinya.

Dari tadi di twitter agak heboh kalau uztad Uje kecelakaan dan meninggal. Bener aja, penyiar radio ini langsung ngumumin di radio.

Gue diem. Yaiyalah masa gue nyanyi Yunomisoel? Selain masih subuh gue juga belum mau telinga orang kebakar…

Perasaan yang sama saat penyanyi Ricky Jo meninggal.

I even know them. Especially uztad Uje. Gue nasrani, dan dia uztad, dia muslim.

Gue cuma pernah lihat acara dia sekilas dan iklan helm sama iklan minyak angin dia.

Ricky Jo, namanya cuma pernah gue liat di halaman depan Kambingjantan pas dia testimoniin bukunya bang radit.

Kadang gue suka ngelamun, bahkan nulis cerpen (yang berujung gue backspace karena gak puas sama tulisan sendiri) tentang… gue setelah mati.

Kadang gue pengen kayak orang di sinetron. Dikasih beberapa hari untuk say goodbye, atau minimal lihat keadaan orang-orang yang dia tinggalkan.

Gue juga suka mikir gak bener. Gue meninggal, ke neraka apa ke surga?

Gue sering ngomong kotor, jarang banget ke gereja, sering menyukai hal lain melebihi Tuhan, bahkan pernah baca-baca gak bener (untuk video, suer gak pernah. Baca aja gue jijik…)

Apa gue bisa masuk surga?

Ada satu ajaran agama gue yang mengatakan jangan khawatir sebagai anak-Nya. Ajaran yang akan ‘gimana-gitu’ banget kalau gue posting disini.

Gue pernah baca tentang pendeta masuk neraka.

Pendeta masuk neraka gitu…

Apalagi gue?

Hiks.

Gue pengen punya keyakinan kuat, yakin kalau nanti gue akan masuk ke gerbang yang benar dan tidak menjadi jiwa hampa di lautan api…

Tapi… gue manusia.

Terus kadang gue suka mikir. Agak lebay, karena gue merasa everything is slow motion. Orang-orang lalu lalang dengan santai…

“Mereka kemana setelah mereka mati?”

Dan terkadang, gue suka memandangi teman, sahabat dan keluarga gue. “Apa mereka akan masuk surga bersama… atau tanpa gue?”

Pikiran yang seharusnya memang dibuang jauh-jauh dan ditimpali doa😀

Kadang gue suka ngebayangin apa yang orang-orang yang benci sama gue lakukan setelah gue pergi. Entah mereka pesta atau merenung, mengingat setidaknya satu hal yang pernah indah diantara kami, sebelum kami berjarak seperti ini.

Suka sama orang, gue juga gitu. Mikir, mereka akan kemana, apa mereka orang baik-baik, apa mereka punya kekhawatiran yang sama…

Hihihi. Gue jadi curhat gini.

Pokoknya buat Uztad Jefri Al Buchori, rest in peace, sir. Even we’re in the different religion, i know you are good guy.

And for God, please give his family more power, even they will live without Uztad Jefri.

Semoga semua orang pergi ke tempat yang mereka inginkan. Dimana semua perbuatan mereka di dunia terbayarkan.

*Mandi, siap-siap berangkat sekolah*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s