Pesan Untuk Kamu Yang Ada Disana

Jujur, gue seneng sahabatan sama lo. Gue otaku, lo juga otaku. Kita berempat sama-sama otaku, itulah asal muasal nama kelompok kita.

Jujur gue seneng temenan sama lo karena lo ngerti (atau dalam konteks asli, memaksakan diri untuk ngerti) jalan pikiran gue. Gue suka meme, lo tau meme. Gue suka Malam Minggu Miko, lo tau Malam Minggu Miko. Gue suka Stand Up Comedy, lo tau Stand Up Comedy.

Jujur gue seneng disupport sama lo.

Tapi dibalik kejujuran gue, lo injek-injek kejujuran itu.

Ternyata lo selama ini sabar, sabar, sabar, sabar dan pura-pura baik sama gue karena lo ga tega, ga tega sama gue. Lo ngajak ngomong dua sahabat gue, ga mungkin lo diemin gue gitu aja. Ga tau gue antara lo ga tega, atau jaga nama baik biar kedok anak sholeha lo tetap terjaga. Gue bener-bener gak tahu. Tapi gue berharap lo emang ga tega, meski gue ga perlu rasa kasihan dari orang yang ga tahu apa arti kata sahabat lewat emosi, hanya tahu lewat teori.

Selama ini kalau gue tanya, lo ga pernah peduli. Gue tanya apa rambut gue berantakan, gue tanya apa mata gue bengkak karena nangis abis berantem sama bokap, saat gue butuh banget jawaban seorang sahabat. Lo ga peduli.
Saat lo nasehatin gue, gue ga denger, lo marah, lo ngambek. Saat gue nasehatin lo, only 3 things u can do. Perbaikin kacamata, perbaikin jilbab, dan angkat bahu.

Kenapa? Kenapa selalu gue yang minta maaf duluan?
Gue diemin lo, biar lo sadar, gue sakit hati, gue manusia. Kenapa dibalik itu lo malah ngehina gue bego, gue ranking 35?
Apa lo ga tau psikologis anak yang 6 tahun sekolah di SD Swasta yg sopan tiba-tiba masuk daerah anak-anak yang agamanya hetero dan mulut serta perilakunya lebih kasar dari anak swasta? Apa lo ga tau? Ga tau kan rasa terpukulnya harus pisah sama sahabat seperjuangan selama 6 tahun?
Ga tau kan rasanya SD swasta santai, SMPnya dibantai PR ala SSN?

Lo ga tau, jadi jangan ngomong. Lo bukan sahabat. Inget, lo cuma kasihan sama gue.

Gue butuh minta maaf bukan untuk gue rekam, gue sebarin dan gue hina lo dan bilang lo nyium kaki gue. Ini bukan sinetron remaja ababil, ini realita kehidupan, dan lo harus tahu itu.

Lo bilang gue ikut campur urusan lo, elo yang ga ikut perpisahan, masalah lo sama Natalia, kenapa gue yang sewot?
Lo ga tau rasanya orang udah sahabatan, terus pindah? Lo gatau hidup gue ini terkontaminasi oleh emosi, bukan logika?

Lo gatau tersiksanya gue kalau ga ngomong sama lo? Gue kangen sama lo. Gue kangen kita pulang bareng, gue kangen kita ngobrolin Anime, Vocaloid, tuker-tukeran lagu JKT48 sama AKB48. Lo anggep itu ga penting, karena elo begitu sama semua orang. Lo ga tau kalau bagi gue kenangan adalah segalanya?
Sekarang, siapa yang bego? Bila rangking dihitung dari kepekaan perasaan, dihitung dari seberapa sering kamu nyakitin orang (ibaratkan menyakiti itu remedial di kehidupan akademis).

Gue rasa elo ranking 100 dari 35 siswa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s