Fanletter for Bang Dika (@radityadika)

Bang Dika, apa kabar? Masih semangat? Mana suaranya? *lho?*

Maafkan aku fans kurang ajar ini. Udah beda umur kita jauh (aku 13 abang 28. Ya, cuma ngingetin umur aja…), tapi aku manggilnya abang. Jadi gak enak, hehe :3 abis takut bang Dika merasa tua, dan frustasi lalu berakhir numpang di rumah Miko sama Rian (?).

Bang Dika, aku tahu kok Bang Dika gak kenal sama aku (ya iyalah), tapi sebagai orang yang berhasil dibuat kagum (dan sesat, of course) sama buku dan karya-karya Bang Dika mulai dari Kambingjantan sampai… (nama ‘anak’ ke 7 bang Dika nanti siapa?) mau ngucapin Happy Birthday dari hatiku yang paling dalam :3 meski aku percaya hatiku gak dalam-dalam amat.

Bang Dika, tanpa sadar, abang sudah menginspirasi aku. Membuka mataku kalau ternyata sebagai anak muda, we cant give up meski karya kita gak diterima orang. Jujur aku baru tahu bang Dika dari Manusia Setengah Salmon. Agak lancang kalau aku bilang aku tahu banyak soal bang Dika, because aku gak se-lama RDL lainnya, yang ngikutin bang Dika dari Kambingjantan, karena waktu itu, aku aja belum masuk SD. Hehe.

Bang Dika yang bikin aku tahu kalau Stand-Up Comedy adalah seni komedi yang sangat berharga, we must keep that. Bang Dika yang bikin aku pengen jadi penulis lagi. Dulu aku pikir penulis gak akan kaya, melarat, gak trendi kaya model atau tukang molen (serius deh bang. Tukang molen deket rumahku selalu pake jaket kulit, kacamata item sama poninya poni lempar kayak helm SNI. Cuman dia gak sampe nikah 4 kali :3). Tapi saat lihat cara Bang Dika menulis “komedi pake hati”, aku sadar, menulis itu passion, bukan untuk cari duit (meski itu salah satunya juga…).
Bang Dika bikin aku mau jadi Stand-Up Comedian (dan i swear bener-bener kulaksanakan. Aku lagi getol bikin materi komedi dan nonton video Stand-Up Comedy dari dalam maupun luar negeri).

Bang Dika, di umur yang ke-28 (pertamanya kupikir abang 27 tahun, hehe. Mukanya gak tua-tua) ini, aku (and maybe seluruh RDL) mau bang Dika terus berkarya. Jangan berhenti mewarnai jutaan mimpi di bumi meski bang Dika bukan Laskar Pelangi (hey, aku suka tuh sama buku itu. Bang Dika mau pinjem? Di perpus sekolahku ada banyak lho… *gak nyambung*). Aku pengen bang Dika terus menginspirasi anak muda dengan karya-karya bang Dika. Aku mau bang Dika terus menciptakan variasi komedi di tengah badai komedi slapstick (bukannya aku benci slapstick. Tapi apa harus mengasari orang biar lucu?) di Indonesia. Inget bang Dika, abang yang ‘membawa’ mockumentary ke Indonesia🙂

Oh iya, bang Dika, di buku abang yang Babi Ngesot itu kan bang Dika sama mantannya bang Dika punya anjing namanya Rachel. Hehe. Aku tersandung, eh, tersanjung deh. Cuman aku merasa salah gaul. Namaku sama kayak anjing bang Dika. Abis itu, di sekolah, aku dirajam. Ternyata masuk buku bang Dika tidak menjamin kalau aku makin gaul (sekarang aku ngerti perasaan Edgar).
BTW gimana kabarnya Rachel, bang?🙂 apa dia masih… hidup?

Terus bang, aku juga mau minta maaf. Aku menamain satu kucing kampung dengan nama lengkap abang. Tapi sumpah dia lucu… dan cewek. Aku sering panggil dia ‘Dika’. Dan ternyata tetanggaku pas didepan itu anaknya namanya Dika, dia sendiri Andika (suer dia gak pake poni kaya helm SNI dan gak nikah sampe 4 kali) Aku tahu, emang orang tua yang gak kreatif dia.
Ehm. Tapi kucing itu sudah pergi menjauh bang. Entah karena nama yang kukasih, atau karena gak aku kasih-kasih makan lagi.
Maaf ya bang, nama abang aku lecehkan sedemikian rupa. Hehe
BTW bisa tuh nikahin dia sama Si Boss! (Jangan salah bang. Meski dia kucing kampung, dan Si Boss kucing ras, pasti bisa asal ada cinta! Aku tahu soalnya suka nonton di sinetron RCTI *eh*)

Sebenernya banyak yang mau aku ucapin. Pengen banget ikut workshop dan talkshow bang Dika soal cara menulis komedi dan Stand-Up Comedy. Tapi karena fanletter ini makin ngalor ngidul. Sampai disini aja ya?

Oke, Happy Birthday bang Raditya Dika Angkasaputra Moerwani (sadar gak bang inisial abang itu DAMN? Hehe). Semoga panjang umur dan sehat terus. Jangan sakit mulu, kasian RDL (jadi gak dibalesin mentionnya. Kan orang sakit gaboleh main twitter *geplak*) ntar kita sedih. Semogak bang Dika terus meramaikan dunia komedi Indonesia, terutama Stand Up Comedy. Terus menulis komedi, biar semua orang bisa tahu apa itu “komedi pake hati”. Jangan sampe ketularan apes kayak Miko. Abang ganteng ganteng dari hatimu kok🙂
Oh iya, bang Dika juga harus cepet-cepet nikah, lho! Nanti kita pada diundang ya! Makanannya harus enak-enak nantinya… *ketauan jomblo*

Oh iya, nama Raditya itu kan artinya Matahari (bukan mata busuk atau mata anjing kaya kata Hugo sama Aryo), berarti bang Dika harus terus bersinar! Semangat!
God Bless You🙂

NB: Eh, Edgar juga ulang tahun, kan, ya?🙂
Kirim salam ya, abang, buat Edgar. Semoga Edgar panjang umur dan jadi girl-magnet kayak abangnya (amin), jangan jadi lansia-magnet. Hehe. Kapan-kapan abang Dika kalau Stand-Up sama talkshow dibawa ya🙂 tapi bilangin jangan sambil mamerin t*t*t-nya:\

Sekali lagi aku ucapin, selamat ulang tahun bang Dika🙂

@Rachellemanuela

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s