Hal Kecil Yang Sebenernya Gak Kecil

Orang yang sangat berpengaruh dan ‘menyentil’ gue untuk membuat perubahan dalam diri Indonesia adalah om Pandji Pragiwaksono, seorang bloggers, stand up comedian, dan rapper yang inspiratif, memiliki rasa nasionalisme sejati, bukan yang ecek-ecek.
Lagu-lagunya, kayak Pemuda Bodoh, Berani Mengubah, Untuk Indonesia, dan yang lainnya, bener-bener membuat gue makin pengen angkat tangan gue untuk Indonesia🙂

image

Asal dari semua inspirasi gue untuk mengubah Indonesia🙂

Gue berpikir, generasi muda adalah pembangun negara selanjutnya. Kita harus bergerak selagi masih muda dan belum digerogotin penyakit.
Dan menurut gue, gak harus jadi seorang aktivis yang berani melantangkan suara kalau umur kita masih terlalu muda dan labil, apalagi kalau cuma bisa melantangkan suara tanpa tindakan🙂 ke laut aja deh…

Dalam umur yang super-duper-labil(9-18 tahunan laah…) dan masih mencari jati diri, belum tentu kita bisa jadi aktivis dengan pendirian yang masih goyah ini.
Tapi, untuk merubah Indonesia to be a better place for you and for me and the entire human race (hestek #eaaa), bisa dimulai dari hal terkecil, bahkan paling disepelekan oleh kita selama ini.
Gak usah jauh-jauh mikir mau berantas korupsi dengan berangan-angan mau jadi orang KPK.
Gak usah pengen bikin pemda ‘dilarang buang sampah, yang melanggar harus cium pantat kambing mininal 5 tahun atau denda minimal bla…bla…bla’ kalau diri sendiri aja masih kelepasan buang sampah di jalanan.
Mulai aja dulu dari diri sendiri, kayak misalnya…

1. Peduli Lingkungan

Siapa bilang untuk peduli lingkungan, kita harus jadi anggota Greanpeace SEKARANG JUGA sementara umur kita masih 12 tahun kebawah? Cukup dengan membuang sampah pada tempatnya dan menanam pohon sebanyak mungkin, kita bisa menyumbang sedikit ‘nyawa’ dan semangat untuk Indonesia🙂
apa aja cara lainnya?

a. Recycle Like A Recycle Bin!

Apa sih yang anak muda gak bisa? Dengan sedikit talenta menjahit dan bungkusan plastik bekas detergen, chiki, dan kawan-kawannya, bisa dijadikan tas dan dompet cantik.
Kenapa harus malu? Sekarang tas begituan-lah yang nambahin jajannya anak-anak dari ibu-ibu PKK karena ibunya bikin begituan dan dijual untuk kas PKK dan diri mereka sendiri.
Dan untuk apa malu dikatain ‘ibu-ibu PKK’ sama temen-temen? Emang haram?

Dan satu lagi, sebagai anak muda, seharusnya sebelum ringsek, otak ini dipakai🙂
Bisa kan kamu lapisin kain atau cat biar bungkusan-bungkusan annoying itu gak terlalu nampak?

Yang kedua, ada yang pernah lihat gak di bazzar-bazzar anak, ada kotak pensil dan gantungan kunci lucu-lucu?

Itu semua dibuat dari bahan bekas(kecuali catnya, karena ga mungkin kita korek-korek kaleng cat bekas matrial saking pengen Go Green-nya).

Pernah nonton gak di laptop si unyil, tentang ibu-ibu yang bikin kerajinan gantungan kunci superunyu dari bubur kertas?
Atau ibu lain yang membuat wadah pensil dari kaleng bekas?
(kalau gak pernah nonton Laptop Si Unyil, makanya nonton… Jangan masih umur 10 tahun udah nontonin boyben di acara musik kucek-kucek-jemur-jemur -_- kecepetan puber itu oy…)

Bubur kertas sama kaleng bekas itu gak susah kok untuk didapetin…
Kalau bubur kertas itu semacam kertas-kertas bekas yang dirobek kecil-kecil dan direndam dalam air semalaman terus langsung bisa dipergunakan layaknya clay atau lilin mainan. Kalau udah jadi yah, dijemur. Kalau udah kering, langsung diwarnain(disarankan pake cat akrilik, warnanya lebih unyu) terus jemur lagi.

Apa sih susahnya jadi pemulung elit?

b. Use your ‘fixie’ now!

Buat apa itu fixie dan kawan-kawannya kamu beli selain untuk pamer ke temen sekolah dan ikut car free-day dengan trendi? Oh, ada doong!

Serius, gue dongkol.
Anak-anak seumuran gue itu SENENG BANGET dan BANGGA BANGET bisa naik motor. Sok-sok nge-F1 dan ngegas sekencang mungkin meski subuh, biar orang tau kalau lo ‘anak-SMP-udah-bisa-naik-motor’🙂

Dengan adanya sepeda-lipat-yang-entah-apa-maksudnya-bisa-dilipet-emang-origami? dan sepedafixie, anak-anak seumuran gue mulai kembali make sepeda. Yah, gak beda sih sama alasan belajar motor… Biar status sosial naik, biar gebetan nempel, biar dapet pangkat ‘Don Juan’ dari temen-temennya. Haaah…

Sekarang, gue mau memberi tahu sama kalian, kalau sangat baik adanya mengurangi emisi gas dengan naik sepeda dan jalan kaki.
Emang kedengeran cupu… Tapi apa kalian tahu manfaatnya?

1) Napas lo akan selamat, karena kurangnya ‘kentut’ dari motor yang meracuni paru-paru lo dengan perlahan

2) Membantu lo makin kurus tanpa minum WeErPe yang begitu mahal untuk anak SMP. Selain itu sepeda lebih kelihatan unyu daripada motor :3

3) Makin membuat lo ‘melek’ akan keadaan sekitar. Bayangin berapa banyak hal yang lo lewatin dengan motor yang cepet dan keharusan untuk lo agar fokus ngeliat kedepan. Coba lo naik sepeda dan jalan kaki? Banyak hal yang terlewat yang hebat yang bisa lo sadari, kayak… “oh, jadi selama ini kucing itu kupingnya dua? Gue kira satu dan nempel di jidat…”

3. Mahalnya sebuah kejujuran

Pasti banyak dari kalian yang suka menghujat koruptor di TV.
Tapi siapa sangka, kalau koruptor-koruptor itu waktu kecil pasti pernah menghujat koruptor🙂

Gimana kalau kalian pas gede jadi koruptor setara Gayus Tambunan? Gimana kalau malah gue yang begitu nantinya?
Dan hal kecil yang bisa kita lakukan demi membiasakan diri untuk tidak korupsi, adalah JUJUR🙂

a. Jujur di sekolah atau di tempat umum

Gak usah jauh-jauh mikir soal duit. Pertama jujur aja dulu di lingkungan sendiri🙂
Contoh aja kayak di sekolah, tentang mencontek.
Gue gak bilang nyontek itu haram, karena gue juga masih suka nyontek tuh😀
Tapi setidaknya, kalau kepergok… Cobalah untuk jujur dan melempar kesalahan ke orang lain.
Apa kalian pernah menghujat koruptor yang ngomong:

“Ah, kalian salah sangka… Ini bukan salah saya! Itu semua mencoreng nama baik saya! Ini semua, karena kesalahan lembaga ini, lembaga itu, lembaga anu…”

Muak gak sih dengernya? Apalagi orang yang dituduh-tuduh itu… Mereka lebih muak lagi lah…

Cobalah untuk jujur, meski hasilnya kalian dihukum. Seengaknya setelah kalian menyesal, kalian didengar Tuhan, gak jadi masuk neraka deh🙂

b. Jujur soal uang

Gue berpengalaman dalam hal ini🙂 makanya berani ngomong begini.

Pertama, gue suka ngambil kembalian gopek atau seribu dari uang yang dikasih sama orang tua gue. Contoh, gue disuruh beli sabun colek harganya 3000, dan kembalinya seharusnya 2000.

Tapi pada kenyataannya, gue beli chiki seharga 1000 rupiah. Orang tua gue memakluminya. Dan akhirnya, jadi habbit bagi gue untuk ngambil kembalian orang tua gue.

Nope, ini bukan salah orang tua gue yang membiarkan gue. Mereka gak membiarkan gue, mereka nasehatin gue. Tapi gue terlalu nakal.

Sampai akhirnya, gue mau berubah. Gue udah keterlaluan, berani korup sampe 5000-an. What a little corruptor!

So, kalian bisa mulai coba jujur juga🙂 dari uang 500rp, sampai hal besar, seperti anggaran untuk membuat jalan atau gedung olahraga🙂 Jangan ulangi kesalahan yang sama dengan yang pendahulu kita lakukan🙂 Apalagi dengan bodohnya cabut ke Bali cuma pake wig ama kacamata yang gak bikin lo berubah jadi mirip Brat Pitt sama sekali…

Untuk hal-hal selanjutnya, bisa kalian pikirkan sendiri🙂

That’s all we do for Indonesia🙂

I’m Rachelle, and i love Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s