12-12-12 in my eyes

Apa istimewanya 12-12-12 bagi gue?

Cuma ditemenin es teh yang lagi nunggu dingin di freezer(saking kagak sabarnya nunggu, beku beku deh…) dan juga hiruk pikuk jalan di depan rumah gue.

Gue jaga rumah di tanggal 12-12-12

Gue apes karena LJK gue kotor dikit

Gue apes dibejek-bejek Qurrota karena neriakin isi curhatannya di kertas kecil sampe lari-lari ke kelas 8-5

Gue apes kegencet cowok gemuk di angkot, yang ternyata temennya temen gue

Satu-satunya yang agak keren, malem ini ada Comic Action, yaitu acara Stand Up Comedy di Kompas TV yang hostnya Raditya Dika. Itu juga kalau boleh nonton, karena besok ulangan MTK.
Presentase kejujuran: 10%
Presentase nyontek: 90%

Gue mau ngurangin kebiasaan nyontek, gak jujur. Gue harus belajar sendiri. Because people learn for themself, not for lazy people who only need “sst, nomor 15 apaan?” and get the answer without sweat and tears like the other🙂
Itu baru contoh anak-anak muda pemalas. Belum tua, otaknya udah osteoporosis -_-

Banyak bayi yang dipaksakan dilahirkan hari ini, demi tulisan 12-12-12 di akte lahir, KTP, dan batu nisan🙂

Banyak yang maksa nikah tanggal 12-12-12 dengan keterbatasan biaya dan rela ngutang. Banyak juga yang nunda pernikahan berbulan-bulan demi tanggal ini.

Banyak respon dari temen-temen twitter soal 12-12-12.
Ada yang bilang, itu tanggal yang bikin hoki.
Ada yang menghina tweeps lain ‘upay’ karena melebih-lebihkan tanggal yang cuma angka, gak merah pula…

Di hari inilah, gue mau menghapus semua mimpi ini.
Mimpi kalau dia bisa jadi cowok gue kedepannya, terus bisa nikah sama gue.
Cuma mimpi di negeri dongeng…

Dari dulu gue udah bilang ke diri gue sendiri kalau gue gak boleh jatuh cinta sebelum waktunya boleh pacaran. Karena gue tahu resikonya itu…

1) Kebayang-bayang muka dia terus, dan menganggu pelajaran

2) Kalau ketahuan malah jadi bahan ceng-cengan

3) Jadi tahu soal cinta-cintaan dan muncul pikiran enggak-enggak

Di tanggal yang cantik ini…
I want to forget him for a while…
Even i hear my heartbeat scream “i love you” and repeat that stupid word every second…
Even my cheek getting mad with the red and the sweat
Even my body shaked…

I will forget his eyes, yang melihat gue saat gue mimpin ibadah pagi dan saat gue membacakan sesuatu di depan kelas

I will forget his mouth, yang bergerak setiap dia bicara

I will forget his hair, yang bergerak ringan tertiup angin, yang basah dan harum tiap dia habis keramas

I will forget his leg, yang gue hafal bunyi dan geraknya setiap dia ngelewatin gue

I will forget him. Because love is not for me, not for my life…

Siapa bilang cinta hanya untuk orang dewasa?
Nobody…
Cuma gue yang membatasi diri gue. Gue mau sekolah, gue mau kuliah, mau kerja… Mau jadi penulis, mau jadi Stand-up Comedian, mau jadi penyiar radio di frekuensi khusus untuk anak-anak, mau jadi duta untuk Indonesia, mau menulis lagu anak-anak yang gue nyanyikan sendiri, mau punya pusat penangkaran kucing, mau membuat yayasan untuk anak gak mampu…

Dan kayaknya semua gak akan ditemenin sama dia deh…
Karena dia, cuma mimpi seorang anak SMP ingusan yang kecepetan puber…

So if the people ask me:
“What’s happening with you in 12-12-12”
I will answer:
“I try to forget him to reach my dream…”

Karena belum tentu orang yang kita pikir menyukai kita, sama seperti kita menyukai dia… Belum tentu menyukai kita.
Kita hidup dalam bayang-bayang dan ilusi. Kita membentuk ilusi tentang dia dan mencintainya, kita menghabiskan waktu untuk memikirkan “apa dia udah makan? Apa dia udah mandi? Apa dia udah belajar buat ulangan MTK besok? Apa dia udah susun jadwal untuk besok? Apa baju seragam dia udah kecuci? Apa shampo dia masih ada? Apa di balik dinding ini, dia bisa ngerjain soal-soal ulangan dengan baik?”, menghabiskan waktu-waktu saat kita tidak masuk dengan “apa hari ini dia ngerjain PR? Apa hari ini dia udah makan pas istirahat? Siapa yang beliin makanan dia ke kantin bawah kalau gue gak ada? Apa dia baik-baik aja pulang ke rumah? Apa tadi dia dapet angkot?”, menghabiskan kuota internet untuk melihat apa peruntungan bintang dia hari ini, merenungi setiap huruf dari perkataannya hari ini ke kita…

Semuanya useless🙂 Karena memang bukan itu bagian bagi seorang pelajar dengan seribu mimpi seperti gue. Bagian gue adalah membangun cita-cita gue dari setiap balok-balok mimpi, tanpa bantuan dia, seperti yang gue harapkan…

So, something special in 12-12-12? Yaah, mungkin untuk para anak yang lahir hari ini, para pasangan yang menikah hari ini, para gebetan yang sudah bekarat dan akhirnya jadian juga…
But not for me, not for my dream…

My dream last night is:

Dia menghampiri gue, terbata-bata, pengen bilang “gue suka sama lo”, namun akhirnya gue yang melengkapi kata-kata itu. Gue mengangguk pelan, dan menepuk bahunya, “hi, new boyfriend” sambil tersenyum kecil.
Selanjutnya, untaian mimpi(yang memang akhirnya cuma mimpi) itu berjalan. Kita menghabiskan waktu bersama… Manis sekali.

Hanya mimpi, aku tersenyum kecut…
Yah, begitulah. Memang hal yang harus dihadapi, saat hal yang tak kita minta menghampiri kita.

Hanya cinta yang tak pernah diharapkan siapapun untuk datang, namun saat dia terlanjur datang, kita tidak akan pernah mau(atau sulit, bila mau) melepaskannya…

12-12-12? Not for me🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s