Penelitian Stand Up Comedy part 2 (setelah sukses menyesatkan banyak orang pada postingan pertama)

Gue lagi sering banget nonton video Stand Up Comedy. Mulai dari rekaman Stand Up Comedy Indonesia Season 1-2 di YouTube yang di upload orang(bukan sama Kompas TV-nya) sampe yang di kafe, yang diupload sama standupcomedyindo atau channel-channel lain.

Jika kamu ingin masuk ke dunia itu, selidiki dulu dunia itu dari kejauhan.
Kalau pengen nyebur ke air es, rasakan dulu sedingin apa airnya.
So, gue lagi meneliti dunia Stand Up Comedy sekeras apa.

Ternyata membuat orang-orang(yang berarti lebih dari satu) lebih sulit dari membuat orang(yang cuma satu) tertawa. Apalagi kalau orang itu dikelitikin aja udah mati kegelian, atau…

Gue: Lo tuh cacat! *serius*
Dia: Masa? Bwuahahahahahah
Gue: Lo alay!
Dia: ALAY BUAHAHHAHAHA DIA BILANG GUE ALAY GAN MUEHAHAHAHA

Mati kegelian duluan dia…

Kalau area tempur lo saat Stand Up itu di semacam aula gede kayak Teater Tanah Airku atau ruang aula di sekolah lo, yang bangkunya berdekatan, tawa akan lebih mudah menular. Gak sedikit orang yang menertawakan hal yang bahkan ga lucu, karena ketularan orang di sebelahnya, atau karena orang di sebelah ketawanya lucu.

Kalau area tempur Stand Up lo di kafe. Susah bro.
 Apalagi kalau bangku dan mejanya itu jauh-jauhan, ada suara mobil atau tawuran di jalanan. Punch lo gak akan kedengeran sama sekali. Adanya elo bomb, setres, gantung diri, salahin gue karena tutor yang gue kasih selama ini. What the hell?

Terus abis itu gue suka liat di kafe-kafe kalau penghalang orang untuk menikmati jokes kita adalah kafe itu sendiri.

Bener banget, waitersnya!

Itu kalau di video, mereka suka melenggang sambil nutupin kamera. Dan ngomong lama banget “mauuu pesaaan apaaaaa?”
Ga bisa ngomong lebih cepet?

Kalau komika yang tampil itu minim gestur kayak Soleh Solihun sih enak.
Kalau act-out komika itu gak kelihatan karena si waiters? Act-out itu penting untuk dilihat, bung.
Gue lagi yang disalahin nanti…

Kalau di kafe sendiri juga sama. Tergantung waitersnya berdiri di depan lo atau enggak.

Kalau soal grogi, jelas lebih minim grogi kalau lo Stand Up di kafe. Karena meski banyak orang, seengaknya bangkunya gak berdempet dan menambah efek sesak dan banyak orang. Gugupnya lumayan ngilang.

Kalau semacam kayak di aula gitu kan bangkunya dempet. Pasti kerasa penuh dan rame banget.

Merasa keren deh gue bisa bikin penelitian kayak begini.

Kayaknya segini dulu deh. Padahal dari judulnya tuh udah meyakinkan banget ya… Isinya gini doang!
Kalau ada point2 lain, gue edit deh entry ini!

Tapi serius, gue bangga banget.
Ngeliat di twitter, apapun event Stand Up Comedy, mau orangnya terkenal atau kurang terkenal(karena jarang di TV) pasti ada aja yg nonton.

Why?

Karena Indonesia sudah mulai menerima Stand Up Comedy.
Penontonnya mungkin cuma 40% yang gemar Stand Up Comedy.
Sama kayak Indonesian Idol atau Indonesia Mencari Bakat. Gak semua yang nonton itu pinter nyanyi atau semacamnya. Tapi mereka datang untuk menikmati apa yang ditampilkan di atas panggung.

Kalau dulu gue lihat, penonton itu banyakan komika muda, atau orang yang tampangnya joke-holic banget. Orang yg suka komedi. Selain dari itu, diseret sama pacarnya barangkali…

Sekarang kayaknya, semua itu udh terbantahkan.

Gue bangga sama kemajuan Stand Up Comedy Indonesia.
Komedi dimana kita dituntut untuk tertawa sekaligus berpikir, namun disana kita berpikir untuk tertawa.

See u soon guys!
(eh btw readers blog gue udh banyak lho! sampe ada org yg sudi spam di blog gue😄 nyeahahaha)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s