Puisi yang gue buat di pojokan

Aksara tak berarti
Seakan mati ditengah rimba dan perang perasaan.
Aku sendirian…
Melihat semua yang terjadi didepan mataku membuat hatiku pedas dan pedih. Tak bisa menghentikannya membuatku geram.
Aksara sudah mati. Seribu kata tertahan di bibir. Lisan maupun tulisan tak terungkap. Ini semua bukan dongeng. Tak ada sepatu kaca terjatuh, sayembara, atau apel beracun.

Menegak cairan-cairan bening itu.
Menenangkan diri dari semua masalah.
Gagal.
Bahkan sebuah air beningpun tak bisa menyembuhkan kegundahan itu.

Menyematkan bunga kehidupan di sela telinga.
Ingin nampak cantik namun gagal.
Menjadi orang lain demi meraih seseorang.
Tersakiti sendiri karena jatuh akibat diri sendiri.

Melukiskan goresan-goresan warna diatas kanvas kehidupan.
Tak ada yang salah dengan ini semua.
Tapi di mata orang lain, ini kesalahan mutlak yang membahayakan.

Menutup mata bersama dengan kantuk. Tak terasa aku terbuai mimpi.
Bahkan di mimpipun aku tak bisa istirahat dengan tenang.

Semua itu menghantuiku dengan brutal.
Menyergapku dalam kegelapan dan keganasan dinginnya malam.
Aku tersekap dan tak mampu bergerak.
Bahkan, dalam mimpiku sendiri…

Dalam mimpiku.
Semuanya gelap, tapi menyiksa. Tak bisa dijelaskan dengan kata-kata, tak bisa digambarkan diatas kanvas.

Mataku rabun…
Serabun masa laluku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s