Stand Up Comedy Tutorial #3: POV

Di dunia fanfiction, semua orang udah tau soal POV. Tapi disini beda dengan POV yang berlaku di dunia fiction. Bedanya, ini dilakukan secara lisan, bukan tertulis kayak di fanfiction.

POV, atau Point of View, dibagi 3:

Narrator POV
Self POV
Character POV

Narrator POV berguna untuk memprespeksikan hal-hal yang tidak terlibat secara langsung.
Self POV berguna untuk memprespeksikan hal yang terlibat secara langsung
Character POV berguna untuk memprespeksikan benda atau orang lain.

Oh iya, penjelasan barusan gue kutip dari buku Greg Dean, Step By Step to Stand-Up Comedy.

Karena penjelasan barusan terlalu berat, bagi gue pribadi. Gue akan menjelaskan versi singkat dan sederhana-nya.

Narrator POV itu adalah bagian dimana lo menjelaskan atau memaparkan situasi/ joke dalam bentuk laporan/joke telling(gak joke telling juga sih… Cuman emang kayak nyeritain jokes…)

Self POV itu bagian dimana lo terlibat dalam cerita, dan diperagakan. Penonton biasanya lebih suka yang model begini.

Character POV itu saat lo menjelaskan/ memerankan orang/ barang dalam joke kamu.

Jelas?

Gini contohnya

Narrator POV:

Kemarin gue makan di restoran. Terus ada orang mabok nanya ke gue apa gue tau istrinya dimana? Katanya, istrinya itu kakinya 6, dan warnanya coklat. Berapa menit kemudian satu orang waiters nepok pundak gue, dan nanya, kenapa gue ngajak ngobrol kecoa?

Self POV:

Gue kemarin nanya sama nyokap, “ma, kucing aku dimana?”(self POV). Nyokap gue bilang kucingnya pergi. “Kemana?”(self POV) gue nanya. Kata nyokap gue, kucingnya pergi, ke alam baka…

Character POV:

Gue kemaren nanya sama guru gue, gue naik, atau enggak? Guru gue jawab. “Kamu bakal naik kok…”(character POV). Gue udah lega aja. Besoknya, gue gak naik. “Lho, kan ibu bilang kamu bakal naik, bukan pasti naik…”(character POV)

Udah ngerti? Kalau dikombinasiin, bakal begini:

Kemarin, gue jalan-jalan ke rumah sepupu gue(narrator POV), dia nanya, “lo punya twitter, hel?”(character POV). Gue jawab aja, “ada, kenapa?”(self POV). Dia bilang, “accept gue ya…” sambil nepok bahu gue. “Lo mending minum obat dulu deh…”(self POV).

See? Lebih baik daripada cuma narrator, self, atau character POV sendiri.

Sekarang coba susun satu joke yang lo punya, dalam bentuk seperti yang gue ajarkan. Pasti lebih indah apabila lo memperagakannya.

See ya in the next tutor!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s