Stand Up Comedy Tutorial #2: Joke Writing

Minggu kedua, saatnya mulai bergerak.
Apa yang gue ajarkan ke kalian, entah ada yang baca atau enggak ini, juga sedang gue pelajari, atau baru selesai gue pelajari. So, we learn together guys😀

Kali ini, sudah saatnya bayi-bayi penyu ini dilepas ke lautan luas. Kalian udah mulai bisa nulis joke.
Tentunya disini akan gue perjelas soal Joke Structure yang setengah gue bahas di postingan sebelumnya. Silahkan dibaca lagi yah🙂

Oke kita mulai dari kata ini:

Joke Prospector

“…Adalah metode joke writing asli yang akan membimbing kamu langkah demi langkah dari mulai topik mentah hingga joke lengkap”

-Greg Dean, Step By Step To Stand Up Comedy-

Dari kata Joke Prospector, dibagi lagi jadi dua. Yaitu:

-Joke Map
-Joke Mine

Joke Map digunakan untuk membantu menyusun setup dan punch berdasarkan ide-ide yang kita susun.

Joke Mine, digunakan untuk menggali ide-ide dari Joke Map, dan mengembangkannya jadi sebuah joke utuh.

So, kita bahas soal Joke Mine yuk!

Jadi gini, gan…
First, kita tentuin dulu Setup, dan cari asumsinya, lalu connector, reinterpretasi, lalu susun 2nd story… Foila! Sekarang susun punch untuk menyampaikan 2nd story.

Oke, langsung ke setup.

“Gue benci Dora! Padahal dulu gue suka nonton ini pas SD kelas 1”

1st story dari gue adalah “dia sekarang benci Dora karena sesuatu”

Dan sekarang, cari asumsinya.
Kenapa ‘gue’ (yang bener-bener gue, Gabriella Rachelle) benci Dora?

Bisa banyak asumsi dihasilkan:

1. Karena dia diledek sama temen-temen karena ketauan nonton Dora

2. Dora menyita waktunya

3. Cowok yang dia suka benci Dora

4. Dora bikin dia ga lulus SD

5. Karena Dora, dia jadi ngeyel.

Abis itu. Pilih satu yang menurut lo enak. Gue milih nomor 1.
Lalu tentukan connector. Dan connector dari setup itu adalah “kenapa dia benci Dora, padahal dulu suka”.

Now, think about reinterpretasi. Dan karena reinterpretasi itu mematahkan asumsi, gue buat reinterpretasi yang beda dari asumsi.
Dan reinterpretasi yang gue pikirin adalah:

1. Dia jadi ngeyel. Disuruh ke warung sama ibunya, maunya ke hutan terus

2. Dia jadi ngeyel karena ngikutin Dora. Dia kagum sama Dora yang pinter.

3. Dia ngeyel karena iri liat Dora yang bisa bebas pergi kemana aja.

4. Dia ngeyel karena Dora aja boleh bolos sekolah. Masa dia ga bisa?

Dari semuanya, gue pilih 2.

Dan saatnya menyusun 2nd story. Hampir punch, gaan…

Dan 2nd story hasil buatan guei adalah:

“Gue benci Dora! Padahal gue suka nonton ini pas kelas 1 SD. Soalnya karena kagum sama Dora, gue jadi ngikutin Dora. Gue jadi ngeyel.”

Udah? Sekarang buat punch!

Ekspresikan dirimu, guys. Tidak ada kata ‘takut’ bila kamu seorang comic.

Buat sesuatu yang nyambung dengan 2nd story yang sudah kamu bangun. Dan buatan gue…

“Gue benci Dora! Padahal dulu gue suka nonton ini waktu kelas 1 SD. Soalnya karena kagum sama Dora, gue jadi ngikutin Dora. Gue jadi ngeyel. Nyokap bilang ‘beliin gula ke warung!’ gue jawab ‘apa?’ ‘beli gula ke warung!’ ‘lebih keras!’ ‘BELI GULA KE WARUNG!’ ‘Benar sekali! Ayo kita ke bukit permen!’ ”

See? Satu joke berhasil kita(atau gue) buat.

Sebagai panduan, inilah susunan jokes gue:

Setup: “Gue benci Dora! Padahal gue suka nonton ini waktu kelas 1 SD”

1st Story: Dia sekarang benci Dora karena sesuatu

Target Assumption: Dia benci Dora karena Dora bikin dia diledek temen-temen.

Connector: Alasan kenapa dia benci Dora padahal dulu suka.

Reinterpretasi: Karena kagum sama Dora, dia jadi ngeyel kaya Dora

2nd Story: Dia jadi ngeyel sama ibunya yang nyuruh dia.

Punch: “Gue jadi ngeyel pas nyokap suruh beli gula (character POV nyokap diperlukan disini) ‘Nak, beli gula di warung!’ ‘Apa?’ ‘Beli gula di warung!’ ‘Lebih keras!’ ‘BELI GULA DI WARUNG!’ ‘Benar sekali! Ayo kita ke bukit permen!’

Keren kan?

Oh iya, satu lagi. Inilah kenapa hal yang kita lakukan ini disebut Joke Mine.
Kalau kamu mau membuat joke baru dengan tema yang sama, kamu bisa mengulang proses reinterpretasi. Tentunya dengan reinterpretasi yang berbeda, dan jokes yang berbeda.

Ga semua orang bisa jadi comic, dan nulis joke. Tapi siapapun yang bisa membuat hidup pantas untuk ditertawakan, dan bisa membuka tingkap-tingkap imajinasi, dialah orang yang paling berpeluang menjadi seorang comic.

See you next week :p

2 thoughts on “Stand Up Comedy Tutorial #2: Joke Writing

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s