Stand Up Comedy Tutorial #1: Setup, Punch, Mencari Ide, dan Callback

Suka ga setuju gue kalau dibilang “Stand Up Comedy lagi ngetrend, lagi happening”
Biasanya kayak gini menandakan kalau SUC cuma tren, bukan untuk dibudayakan. Orang-orang open mic di kafe-kafe yang menyediakan open mic biar dibilang gaul. Oke fine itu hak lo.

Gue sendiri belum pernah Open Mic dimanapun. Semua karena keterbatasan waktu dan biaya dan alat transport. Sama halnya mungkin kayak temen-temen kalian. Jangan-jangan mereka punya potensi, tapi bernasib sama kayak gue.

Oke biar ga terlalu lama. Gue mulai tips gue.

Karena gue pemula(begginer) dan baru sekali stand up didepan adek gue(itupun dia ketawa karena gue sogok milo dingin), jadi gue akan kasih tips untuk pemula juga.

1. Merumuskan dan Mencari Ide

Hey, hey! Jangan lo pikir Stand Up itu bebas tema! Semua comic bahkan expert sekalipun perlu merumuskan ide agar stand up-nya ga berantakan.
Ada banyak cara untuk mencari ide:

MULAI BUKA MATA UNTUK HAL KECIL DI SEKITAR KITA

Hal yang kita anggap sepele, biasanya malah hal yang memperkuat diri kita dalam membuat
materi. Contoh hal kecil yang bisa ditertawakan itu kayak… Kebiasaan orang di sekitar kita.
Pernah lo liat tukang bubur di sekolah lo garuk pantat, baru ngeracik bubur?
Dari situ, lo bisa buat setup dan punchline yang bagus banget! Soal setup dan punchline akan gue bahas sebentar lagi

RUMUSKAN IDE LO

Sesuai dari yang gue pelajari dari buku Dari Merem Ke Melek(@ernestprakasa), mari kita coba buat Mind Map. Itu keren lho, gan! Lo taruh satu ide pokok lo di tengah kertas(atau kalau punya aplikasi khusus Mind Map juga boleh). Ide itu bisa langsung lo cabang2in jadi banyak. Contohnya dari kata “SEKOLAH” bisa lo cabangin jadi 4.

a. Guru gue killer
b. Temen gue jawara ngupil
c. Tukang bubur suka garuk pantat
d. Kucing yang suka masuk kantin

Ide-ide diatas lo perluas lagi. Oh, kalau bisa coba bikin callback ya😉

2. Setup dan Punchline

Di bagian ini, gue udah setengah paham.
Cara menjelaskan paling mudah dan spesifik adalah:

-Setup: pemberi harapan/ekspektasi bagi penonton
-Punchline: penghancur/penjelasan untuk setup yang HARUS lucu, tapi ga boleh jauh dari Setup

contoh aja nih ya…

Gue cinta banget sama SD gue dulu(Setup)
Sampe 8 tahun gue sekolah disitu(Punchline)

Punchline, akan membuat kita kehilangan pemikiran pertama dari setup dan memecah tawa. Punchline gue diatas, tentu bikin otak penonton akan jalan.
SD itu 6 tahun… Tandanya gue ga lulus 2 tahun. Iya kan?

Contoh kedua:

Tukang bubur di sekolah gue enak banget. Karena dia expert banget…(setup)
Dalam hal garuk-garuk pantat…(punchline)

Disini orang akan mikir tukang bubur itu hebat dalam meracik bumbu. Ternyata expert garuk pantat. Itu kan tandanya dia jorok -.-

Tentunya akan mudah membuat setup dan punchline yang bagus kalau lo bikin rumusan ide. Rumusan ide ga selalu harus Mind Map ya🙂 Apa aja yang lo suka.

Ada lho setup tanpa punch, tapi bisa langsung lucu.
Gimana tuh Chelle?

Gini aja. Punch itu kan seperti penjelas, dan 2nd story yang menghancurkan ekspektas dari 1st story(setup)… Nah, ada saat dimana orang udah paham dari setup, dan ga perlu punch.

kayak joke seorang comic yang pernah gue tonton ini:

“Jaman sekarang, cewek-cewek pada ganti style, dan berpenampilan kayak cowok. Jadi cool dan maskulin. Dan sebaliknya, cowok….”

Udah ngeh kan apa kalimat selanjutnya?

Sebaliknya, ada punch tanpa perlu setup. Setup adalah 1st story yang menjelaskan segalanya. Nah, kalau udah jelas, kita ga perlu lagi setup.

Kayak gini…

Ada seorang comic yang naik ke panggung, dan menunjukkan gambar anaknya.
Di gambar itu, anaknya gambar gunung itu kotak. Dan dia bilang “Gue gatau apa yang ada di otak anak gue” dengan mimik penuh penyesalan dan kecewa seakan-akan berkata “kenapa harus anak ini yang jadi?”

Semua orang udah tahu kan kalau gunung itu kerucut atau mirip segitiga?

Joke tanpa setup itu biasanya terjadi kalau penonton udah mendapatkan target assumption, dan ga perlu penjelasan lagi.

Tips yang gue pelajari adalah:

Be a smart comedian. Seimbangkanlah setup dengan punch. Jangan terlalu banyak setup.
Penonton mau ketawa, bukan mau denger lo pidato😀

kayak gini yang kurang baik:

Lo semua suka gambar(riffing yang bertele-tele, belum tentu semua penonton suka gambar). Asal lo semua tahu ya. Gue ini suka banget gambar. Dan asal lo tahu juga, gue suka dipuji ama temen-temen dan guru gue. Dan asal lo semua tahu lagi, gue sering dapet nilai bagus. (setup)

Sayang semua yang muji gue itu buta…(Punchline. Haha, lucu)

“Asal lo tahu” adalah klise parah kalau diulang berkali-kali. Pernah ada satu comic betawi di TV yang lucu logat dan gesturnya, tapi hampir bomb karena terlalu banyak setup dan “Eh, asal lo tau ye”.
Orang akan bosen duluan. Kita nonton Stand Up Comedy untuk hiburan, bukan bikin tambah pusing.

Saat ini lo udah paham dasar-dasar kecil dari Stand Up Comedy.
Nah, ada beberapa istilah yang harus lo pahami untuk membantu lo Stand Up nantinya…

Posting kali ini, gue ajarin callback dulu🙂

Callback adalah recycle dari jokes yang kita pakai semula…
Kayak gini…

“Tulisan gue itu ancur. Mungkin orang sipit yang baca tulisan gue akan jadi belo dalam sekali kedip. Ya, gue emang calon enterpreneur yang hebat… Itu bisa gue pake buat ide bisnis untuk orang sipit yang mau operasi mata…”

beberapa jokes kemudian, callback pun dimulai…

“Disini ada yang merasa sipit?” *penonton ngacung* “Tenang, ga akan gue tunjukkin tulisan gue kok…”

Oke? Udah paham? Bagus…

Untuk pertanyaan lain, bisa komen-komen di bawah, atau mention gue di @GabrielaRachele

Seminggu sekali, gue akan apdet tentang Stand Up Comedy😉

See yaa…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s